pungguk rindukan bulan.

suatu saat anda tersenyum kepada saya, sungguh senyum yang sangat menyenangkan bahkan menurut saya itu senyum yang manis dalam golongan manusia. kemudian saya melihat tatapan mata anda, ah itu lebih dari sekedar sinar yang memang ditakdirkan Tuhan datang kepada saya. anda mengerling, anda menunjukkan gigi yang rata dan semua itu membuat saya cukup bingung ada tanda apa sebenarnya?
sampai pada suatu saat anda mendekat di fisik tetapi anda jauh dari hati, mengapa? anda bahkan tidak menanyakan kabar saya setelah kita melakukan pertemuan romantik yang selalu saya tunggu dalam hidup saya. bahkan anda tak sempat ucapkan selamat malam kepada saya, bahkan anda tidak menunggu saya untuk memakan roti di taman, memang sedih rasanya, saya tidak akan menyerah untuk mendekatkan dua hati ini. namun, ketika saya bertanya mengenai sebuah kata yang menurut saya penting jika memang ingin bersama jawaban anda adalah 'itu akan terjadi kelak, tapi bukan sekarang'. tuhan, rasanya semua ini hanyalah sebuah pengharapan semu, yang bisa diharapkan hanyalah berikanlah dia malaikat kecil yang selalu menjaganya. saya sadar bahwa memang orang seperti anda tidak akan pernah menjadi  orang yang sempurna bagi saya. tapi akan sempurna bila bersama orang lain.

'semakin dekat diriku dan kamu semakin ku rasakan
sempurna malam sangat ingin ku genggam
aku pungguk rindukan bulan
indahnya malam takkan sanggup gantikan
aku pungguk rindukan bulan'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

self-reflection: valued or to be valued

berta dewi nugraheni