Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2014

mengagumi.

Untuk sesekali atau berkali-kali manusia pernah mengagumi sesuatu, mulai dari ciptaan Tuhan sampai dengan ciptaan manusia yang melalui berbagai rekayasa. jika mengagumi sesuatu manusia kemudian akan termotivasi untuk mendapatkan, menjadi sama, atau menjadi lebih hebat. itu pilihan manusia. Tidak semua orang mampu mengekspresikan perasaan kagum terhadap sesuatu yang mereka kagumi, sementara ada yang memendam ada juga yang menunjukkan langsung melalui lisan maupun perbuatan. Mereka yang memilih mengekspresikan pastinya akan merasakan kepuasan tersendiri dibandingkan ketika seseorang itu memendamnya dan penuh dengan rasa penasaran. budaya terkadang menjadi penghalang untuk mengekspresikan perasaan, entah akan dibilang sombong akan dibilang terlalu vulgar, dansebagainya.
mari kita renungkan, sebenarnya mana yang lebih baik? diam atau berekspresi?


enjoy your world,
nindaarlitasari

Reno & Rena

"reno, tidakkah kau melihat bahwa di tubuh ini tersimpan sebuah jiwa yang rapuh yang kau tinggal selama ini?"
"tidak, aku tidak melihat. kau tampak bahagia selama ini, bahkan lebih bahagia ketika aku tidak berada di dekatmu"
"Reno, seandainya kau tahu selama ini aku hanya berusaha untuk kuat menghadapi semuanya, aku berusaha agar setidaknya dengan aku sendiri tanpa dirimu aku masih bisa bahagia menikmati dunia ini."
"Ya sudah, kau sudah bahagia kan? sudah menikmati dunia ini kan? tanpa-ku?"
"Reno, bagaimana kau bisa berkata seperti itu?"
"Aku sudah jengah menghadapi dirimu yang seperti ini, selalu berpura-pura tidak pernah berterus terang bahwa selama ini kau tersakiti olehku!"
"Tidak Reno, aku merasa tidak tersakiti"
"Kalau kau memang tidak tersakiti mengapa engkau masih berharap aku kembali kepadamu?"
"Karena, karena.. karena  aku tidak mau aku kehilangan kebahagiaan tersempurna ku"

hell-pattern

ketika kita terbangun dan tersadar bahwa kita masih berputar-putar dalam pola yang salah itu sangat memuakkan. selalu ada keinginan di setiap pagi untuk melarikan diri dari pola ini, sehingga hidup akan kembali bebas atau setidaknya kita bisa tersenyum lagi. namun pada kenyataannya sangat susah untuk melepaskan pola tersebut, pilihan yang terakhir adalah menjalani dengan senyuman palsu. sekian.


p.s: its about work-related feeling, and i want to let anything goes smoother with my fake smile!