nilai mereduksi ilmu

ada sebuah pemandangan menarik di home facebook saya kali ini, sebuah status dari Pemimpin Umum Psikomedia , yep Mbak Ulfah, seperti ini statusnya ,
apalah arti ujian tengah semester ini bila saya hanya belajar untuk nilai, bukan untuk ilmu itu sendiri, huruf-huruf itu telah mereduksi makna dari ilmu-ilmu yang sesungguhnya begitu dahsyat!

selama ini memang pengertian belajar bukan lagi untuk menuntut ilmu, tetapi menuntut nilai. ya ,dan memang saya rasakan sekarang bahwa itulah kuliah ketika kamu mendapatkan nilai B/C atau A/B kamu nggak lagi semangat , nuntut ke dosen kenapa dapet nilai segini padahal di kelas saya itu yang paling aktif pak, waktu ujian saya yakin buk, wow sempit sekali ketika harus menyempitkan pengertian itu ke sebuah nilai, secara nggak langsung itu berarti bahwa kuliah ya untuk nilai bukan untuk ilmu. liat aja apa yang kita tuntut bukan kita bertanya mengapa sebuah teori bisa berkata demikian tetapi yang ada sekarang, "Kok bisa nilai saya seperti ini?"
bukan munafik, sekarang pun pikiran saya masih setengah-setengah mengenai ilmu dan nilai, tapi jujur saja saya lebih condong ke ilmu. terbukti dengan yaa saya masih nyante ketika ada nilai yang tidak sempurna di KHS saya, tetapi saya merasa itulah ilmu bukan nilai.

kalo kalian gimana temen-temen?

Komentar

Dwi Wahyu Arif N mengatakan…
hohoh... wis rasah melu UTS ae :D
Herjuno T. mengatakan…
Ingin tahu apakah kamu kuliah untuk ilmu atau untuk nilai? Cobalah masuk ke salah satu mata kuliah yang tidak kamu ambil tapi tampaknya cukup menarik (nyusup), terus kalau ada diskusi, ikutilah diskusi itu hingga selesai. Kalau ada tugas yang langsung dikumpul, ikut kerjakan saja meski kamu tahu kalau nggak akan dinilai.Apakah kamu merasa puas setelah memperoleh pengetahuan baru? Atau justru kecewa karena telah melakukan sesuatu tanpa memperoleh ganjaran? You choose.

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued