A Man and A Woman

Post ini terinspirasi setelah menonton film korea yang diperankan oleh Gong Yoo judulnya A Man and a Woman di tahun 2016.Kurang lebih cerita dari film ini adalah sebuah love affair, antara dua orang yang sudah berkeluarga, tapi dia merasa kesepian lalu menemukan 'orang lain' yang bisa memberikan ketenangan. 

Mungkin di era sekarang ketika setiap orang menjadi super-sibuk dan dimakan oleh waktu , mereka lupa bahwa ada significant others di dalam hidup mereka, yang akhirnya menyebabkan salah satu dari mereka merasa 'sepi' dan hidup dalam rutinitas kebosanan. 

i just wanna tell you, that i need you as my another rest area, wkwkwkw.

Ketika kita berada di rutinitas lalu kemudian  bertemu seseorang yang shining, i mean he/she is not a good looking person, but she/he is just a person that fit with your personality and condition, we won't have any hesitance to them, kita akan langsung merasa klik dan no matter what we will deliberately spare our time just to meet our 'another comfort zone'. 

Dan kemudian kita akan terlena oleh kenyamanan itu, dan sejenak mungkin kita akan bertanya apakah ini sementara atau kita harus membuat itu tetap dan membuat semua orang understand dengan apa yang terjadi dan apa yang diinginkan.
Back then, kita akan berpikir, do we have to sacrifice these things, i mean family over this this relationship?

I can't tell you that i still need you in person, it's hard for us to get the acceptance from people, and at the end we choose to make our own grave repress all the feeling, face the world and saying 'everything is ok and normal. lets get back to life again'

No hard feeling, i just impressed by the film and the ending just made me ngowoh. HAAHAH.
sedihnya nyesek.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued