menjadi kaum minoritas.

pernah merasakan jadi kaum minoritas? bagaimana rasanya? 
tidak tersentuh dan hanya digunakan sebagai alat pemersatu kaum mayoritas.
mereka seakan-akan memikirkan nasib kaum minoritas padahal ujungnya solusi yang digunakan adalah untuk kepentingan kaum mereka sendiri, yah sebut saja si kaum mayoritas.
seandainya kalian bisa mengerti, apa yang kami inginkan.

jeritan mahasiswi psikologi ANGKATAN 2009
the ugly truth

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued