Monday, May 24, 2021

Let God do the Rest~

 Beberapa hari yang lalu, saya disadarkan lagi dan lagi oleh kuasa Tuhan yang sangat-sangat besar, segala kegundahgulanaan saya akhirnya terjawab setelah beberapa tahun saya bertanya.

Sungguh manusia itu makhluk yang sangat-sangat rapuh, tidak punya kuasa apapun atas hidupnya. 

(Refleksi mei 2021)

Monday, April 26, 2021

Pengalaman Mengikuti Beasiswa Ibu Punya Mimpi

 The things yang salah satunya harus aku realize di tahun ini adalah, bahwasanya untuk segala beasiswa yang sifatnya pendidikan selama ini selalu failed (entah ga lolos, entah udah tinggal angkat koper tapi dibilang nggakjadi, dll) , tapi beasiswa yang diluar akademik seperti jalannya dimudahkan. 

Sayangnya saat itu aku terlalu nggak bersyukur, jadi ketika mendapatkan beasiswa yang softskill somehow aku kurang menghargai diri ini, tidak memberi selebrasi terhadap diri layaknya mendapatkan beasiswa akademik. Tapiiii ketika gagal mendapatkan beasiswa akademik, nangisnya kaya ada bombay 1000 diiris depan mata kita mungkin ya. 


But back then, ketika aku akhirnya terpilih di Beasiswa Ibu Punya Mimpi ini ku sangat-sangat tertampar tentang bagaimana ketidakbersyukurannya diriku terhadap apa yang sudah dilakukan badan, pikiran ini hingga jadi seperti sekarang. Betapa aku ngga menyadari bahwa Tuhan itu dari dulu udah kasih sign 'ini yang kamu butuhin' dan aku ngga bisa baca itu, so naive.

So here they are cerita pengalamanku mengikuti beasiswa Ibu Punya Mimpi.

Kalau kalian bertanya apa itu Ibu Punya Mimpi in comprehensive way? you can directly visit ibupunyamimpi.org disana semua seluk beluk Ibu Punya Mimpi dijelaskan, tapi at a glance Ibu Punya Mimpi ini adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Ibu Marisa dan Ibu Fathya dalam rangka membantu Ibu mewujudkan mimpinya, dalam hal ini bidangnya adalah Entrepeneurship, jadi bagaimana forming bisnis yang baik, itu dibantu semua disini.

Semua dimulai dari DM LinkedIn.

Tadinya aku berpikir bahwa IPM ini skalanya not so big, jadi aku DM CEO nya langsung, Ibu Marisa to join as IPM team kala itu, nah pas banget lagi ada FEMPI 2020 yang butuh volunteer. Voila! dibales bu marisa, diminta untuk mengirim CV ke email Ibu Fathya. lanjut, aku kirim CV ke Ibu Fathya, dan beliau menanyakan tentang motivasi ikut volunteer IPM ini. Aku, yang jujur saat itu rasanya eneg buat jadi karyawan dan berusaha mencari jalan untuk shifting ke entrepeneur dan mencari validasi, alasannya menurutku alay dan non profesional wkwk. Alhamdulilah lanjut ke wawancara bersama Ibu Tyas, head of operasional IPM.

Bersama bu Tyas, cerita-cerita tentang bisnis apa yang dipunya lalu motivasi, dll. Sampai di akhir percakapan i do remember Bu Tyas bilang, semoga setelah FEMPI ini kita ketemu di beasiswa IPM ya. Menjadi volunteer di FEMPI aku melihat si IPM ini sangat-sangat ibu friendly, ibu sambil nyusuin, ibu baru pulang kantor, dll tetap diwadahi untuk aktualisasi diri dengan IPM. Kesabaran dan pengertiannya ku acungin jempol. Daan ternyata IPM ini organisasi yang 'gedee', maksudnya gede itu yaa di gawangi dengan orang-orang yang menurutku well-known dan expert di bidangnya, mereka punya sistem yang memang sudah cukup reliable, networking organisasinya sendiri juga scopenya sangat luas, makin naksir lah yaa untuk join. 

Long story short, setelah FEMPI arround 1 bulan dibukalah pendaftaran beasiswa IPM batch 4, dengan syarat harus lulus dari sertifikasi Ibupreneur. Lagi-lagi aku, tim prokrastinasi sumbu panjang ini menunda menyelesaikannya, karena literally materi yang ada di Sertifikasi Itu fundamental banget yang ada di bisnis, exercise-exercise, contoh nyata, semuanya ada, kepala langsung nyutnyutt, hahaha. 

ternyata sistem seleksinya FIFO, jadi ngga in general test terus ditentukan tapi siapa yang sudah diwawancara dan oke langsung jadi penerima beasiswa. Panik ngga? panik ngga? panik ngga? tentu panik. dengan kekuatan bulan dan bintang, dikebut langsung  semua syarat, semua materi sertifikasi, dll. Sampai akhirnya wawancara lagi sama Bu Tyas.

Kita ditanya tentang motivasi lalu kondisi bisnis (jika sudah ada) atau ide/ konsep bisnis jika belum ada. Yaa kalo ditanya motivasi jelas, aku pengen banget benahin KIDDOS hehe, karena aku merasa bisnis yang aku lakuin ini karena aku suka, tapi fundamental nya belum ada, kaya gimana sih bikin finance report yang bagus, lalu marketing strategy, bahkan value creation juga belum adaa kala itu, karena memang kita apa yang kita lakuin karena kita suka HAHAHA.

ngga lama kemudian, arround 1-2 hari munculah pengumuman di IG: congratulation terpilih sebagai penerima beasiswa !


...... bersambung ke part 2 (menjalani kelas di Beasiswa Ibu Punya Mimpi)


Monday, March 29, 2021

prepared stage

 One Fine Morning,

Seperti biasa kali ini saya diskusi dengan salah satu pimpinan di perusahaan saya, berbicara tentang panggung. 

Do people need a prepared stage by other people?

as an entrepeneur, ada dua pilihan yaitu mempunyai usaha yang mandiri atau usaha yang rely on investor which is we need a prepared stage untuk unjuk gigi seberapa okenya usaha kita. 

Untuk para entrepeneur yang memilih mandiri, kita lebih baik fokus untuk membangun itu sendiri, tidak terlalu mempedulikan what others want dari bisnis kita, kita betul-betul bisa fokus untuk grow the positivity yang ada di bisnis kita (both profit atau soft return of investment).

Aku cerita ke atasanku ini bahwa i was in competition right now and by 2 weeks will have pitching/ demo session in front of investor. then, atasanku tanya 'do you really need investment in your business?' dan again dia tanya lagi 'why you have to be so competitive to go over investment? while you can do it by yourself, growing, increase your capital, and blablabla' please dont make investment make your business progress really instant, i'm afraid that you weren't ready to get that'

i know, memang bisnis itu adalah proses yang speednya sangat bisa diatur oleh si pemilik, whether you go fast or slow, but then one thing that is very important is you have to make sure that no process left behind, everything should be clear and all business process are passed. 

i dont blame for anyone who choose being mandiri atau get investor, semua ada plus minusnya dan memang harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kita kan ya.


nah its time for me to ask you guys, which team are you , mandiri atau get investor?