Parent Guilty : Bagaimana cara mengatasinya



Menjadi Orang Tua merupakaan dambaan bagi banyak orang, tetapi, untuk menjadi orang tua yang 'tepat dan hebat' membutuhkan perjalanan yang panjang dan tentu saja tidak mulus. Orang lain boleh melihat bahwa kita menjadi Orang Tua hebat apabila anak kita menjadi anak yang sukses.

Tak semua orang tahu bahwa pada proses perjalanan menjadi Orang Tua hebat ada proses-proses emosi yang dilibatkan, baik emosi positif mau emosi negatif. Salah satu emosi negative yang akan muncul ketika menjadi Orang Tua adalah menyesal atau sering kita sebut dengan ‘guilty’. Penyesalan secaraharfiah memiliki arti merasa tidak senang atau tidak bahagia (susah, kecewa, dan sebagainya) karena(telah melakukan) sesuatu yang kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya).

Contoh penyesalan yang mungkin di alami oleh keluarga muda adalah seorang Ibu yang tidak dapat memberikan ASI-ekslusif kepada anaknya, Ibu menyalahkan diri sendiri secara terus menesrus yang kemudian berujung pada depresi pasca melahirkan yang kemudian luapannya menjadi mudah marah, mudah menangis, dan benci dengan lingkungan sekitarnya.

Lalu, bagaimanakah cara yang sederhana untuk mengatasi penyesalan atau guilty feelings?

1. Menerima kesalahan yang sudah dilakukan.
Luangkan waktu sekitar 5 menit- 10 menit, lalu tulis/ sebut semua emosi yang dirasakan, juga sebutkan kesalahan yang sudah dilakukan, lalu katakana pada diri sendiri bahwa kita sudah menerima kesalahan itu.

2. Jangan menghukum diri sendiri.
Tidak sepatutnya kita over-reaction atau over-acting terhadap perasaan menyesal kita. Tidak baik untuk kita terus-terusan menghukum diri sendiri dengan membuat diri kita sebagai tersangka atas semua hal yang terjadi. Kita bisa berprinsip bahwa saat ini kita sedang belajar menjadi orang hebat.

3. Mencoba memaafkan diri sendiri.
Setelah kita menulis kesalahan kita, saatnya kita mengatakan pada diri kita sendiri bahwa kita memaafkan diri sendiri yang sudah melakukan kesalahan.

4. Fokus pada keadaan sekarang dan move on.
Setelah kita memaafkan diri kita sendiri, kemudian kita harus memikirkan langkah perbaikan apa yang bisa kita lakukan pada diri kita, situasi eksternal apa yang bisa kita control supaya apa yang kita inginkan dapat tercapai.

5. Mencari support group dan pertolongan professional.

Support dari orang sekitar penting bagi kita untuk mengubah sisi negative yang kita merasakan menjadi positif. Untuk itu, apabila kita sudah melakukan empat langkah di atas selanjutnya kita dapat sharing dengan keluarga atau teman. Namun, apabila perasaan menyesal justru lebih kuat dari sebelumnya, maka yang dapat kita lakukan adalah mencari pertolongan dari professional seperti psikolog yang dapat membantu kita untuk mengidentifikasi permasalahan dan merencanakan penyesesaian.


Lima cara tersebut adalah langkah sederhana untuk mengelola perasaan menyesal yang muncul di kehidupan para Orang Tua, Apabila kita mampu mengelola emosi kita, maka fungsi kita sebagai Orang Tua dan pendidik semakin baik, karena apapun yang kita lakukan dengan emosi positif maka akan lebih mudah diterima oleh anak-anak kita dan suasana keluarga pun semakin hangat.

 
Be Positive and Be Happy Parents.



 
Source: Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk istilah menyesal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued