rosela, pertemanan yang menyakitkan.

namanya Rosela. dia adalah teman dekatku, teman dekat yang sangat dekat sekali. mungkin jika diibaratkan aku adalah bayi dan dia placentanya, kita tidak sanggup dan tidak dianjurkan untuk berpisah. senang-sedih-susah-tantangan-kesempatan kami lalui bersama, tidak pernah terpikir untuk kemudian kami tidak saling merasakan apa yang kami rasakan, persahabatan ini berjalan sangat sempurna sampai dengan sosok lelaki bernama picasso datang. picasso adalah laki-laki yang ternyata setelah beberapa lamanya diketahui bahwa dia adalah laki-laki dambaan bagi kami berdua, sebut saja kami berdua sama-sama menyukai Picasso. 

Rosella selalu menjadi aktris bersifat pengalah di drama kehidupan persahabatan kami, dia selalu mengalah terhadapku, sama halnya dengan kasus picasso ini, dia mengalah dia merelakan picasso agar bisa bersamaku. Picasso tidak pernah memilih, dia hanyalah laki-laki oprtunis yang selalu haus akan kasih sayang wanita, entah apa yang terjadi dengan pribadinya sehingga dia menjadi orang seperti itu, sempoyongan tidak karuan kemana arah hidupnya, tetapi tetap menawan. rosella mengalah kepadaku, agar picasso dapat ku miliki.

Tak disangka layaknya sebuah sungai, Rosella ternyata sebuah sungai air tawar yang tenang dimana di dalamnya terdapat 1000 buaya yang selalu siap menerka siapapun yang mencoba mencelupkan jari tangan ke dalamnya. Sebuah hari datang, dimana Rosella terlihat sangat bahagia tidak sesedih saat dia merelakan Picasso kepadaku. Rosella menunjukkan senyum tercerahnya, dia datang bersama laki-laki waktu itu, dan ternyata laki-laki itu adalah Picasso, tangannya menggengam erat tangan Picasso, seakan-akan mengisyaratkan agar jangan ada yang ganggu kami, sekuat apapun kamu mencoba melepas ini akan menjadi semakin kuat semakin kuat dan semakin kuat. 

hatiku sangat hancur ketika itu, ternyata selama ini Rosella yang selalu dibanggakannnya ternyata juga menjadi orang yang menghantui kebahagiaannya. sejak saat itu, Rosella dan Picasso tidak pernah memunculkan diri mereka dihadapanku, mereka sudah pergi, entah mereka pergi ke neraka atau pun surga yang dibentuknya sendiri. hidupku sangat menyenangkan, karena ada Rosella, tetapi mengapa dibalik semua ini harus ada pertemanan yang menyakitkan?

n.b: ikuti cerita lengkapanya pada e-book Meksika, tunggu terbitannya di blog ini ya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

self-reflection: valued or to be valued

berta dewi nugraheni