si penerka takdir.

salah satu sifat yang sebenernya paling tidak saya sukai adalah manusia itu suka menerka-nerka takdir. entah takdir mereka sendiri atau takdir orang lain. bahkan saya tidak munafik saya pun melakukan itu terhadap diri saya sendiri, yang terkadang justru malah membuat diri terkungkung dalam bayangan terkaan takdir. mungkin ini memang sifat dari manusia yang lahiriah bahwa kamu bisa menerka takdirmu dan takdir orang lain seperti apa, contohnya adalah ketika kita kita melihat hal-hal yang rasanya asing bagi kita, dengna santainya kita bicara pasti suatu saat dia akan menjadi seperti itu seperti ini, blablahblah!. wahai manusia, jalani lah hidupmu secara maksimal dan optimal cukuplah sudah menghakimi orang dengan takdir buatanmu sendiri! #edisi muak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

self-reflection: valued or to be valued

the meaning of life