cegukan berkala.

suatu hari lina dan saya, sedang menunggu di wilayah dekanat, buat minta tanda tangan bapak wakil dekan I di proposal hibah penelitian saya, sebenernya yang harusnya tanda tangan adalah bapak dekan, tapi karena beliau sedang sakit dan deadline proposal dikumpulkan tinggal menunggu jam demi jam, akhirnya dilibaslah tanda tangan kepada pak wadek (ada wadek bukan berarti ada wakak juga ya :p). sampe di wilayah dekanat akhirnya saya dan lina disuruh menunggu sebab si bapak sedang sholat, oke kita menunggu sambil kudud (baca;duduk). dan ketika itu si lina sedang cegukan, beginilah kronologisnya :

lina :*uk*uk*uk (yah anggep saja sebagai suara cegukan -.-") cegukan ku nggak berhenti-berhenti nih nin
saya: wahhh, ayok dihitung interval cegukanmu !! (asli saya polos atau keterlaluan nggak tahu cara menghabiskan waktu ini kayaknya)
saya : 1.2.3.4.5.6.7...8..
lina ; *uk *uk hahahaha haduhhh
saya : hitung lagi 1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12.13.14.15.16.17.18.19.20.......... sampe lebih dari 30 detik, cegukan lina udah nggak keluar lagi. asyik! saya lega akhirnya teman saya sembuh tanpa perlu dibawa ke ustad guntur bumi :p, atau kiai yang penyakitnya dipindahin ke kambing, secara saya juga nggak tega ngeliat kambing cegukan.

tapi ternyata takdir memang kejam (untuk lina), suara *uk *uk*uk keluar lagi.


lina : *uk!
saya : lhah??? hahahahahahahahahhahaahah. paraaaaahhhhhhhhhhhh.manja banget itu cegukannya.

dan akhirnya lina pun masih cegukan sampai dengan kita ke rektorat dan baru berhenti sekitar 1 jam setelah itu sepertinya (sepertinya lho inii hahaha)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued