si pelayan publik.


tidak bisa tidur siang, marilah kita menulis. 

siang ini, saya, sogi, wikan, dan epengs berniat menjelajah gedung pusat, well sebenernya niatnya bukan menjelajah lebih tepatnya kita terpaksa menjelajah karen sogi yang sok tau jalan dan kita salah ruang *fine. tujuan kita kesana sebenernya adalah ambil buku panduan KKN. dan satu lagi cerita tentang galaknya si pelayan publik yang berupa manusia itu. sebut saja si bapak itu, dia sudah menghadang kami di depan pintu dengan wajah yang amatsangat sangar dan wewwww kacamatanya aja ala ala ala kadarnya aja lah. ditambah kumis nya yaaaang *eh bapaknya gak ada kumis hehe lupa. si bapak itu bilang dengan sangat judes ' Fakultas apa?' semuanya?' dan blablablaa, dan ampunnya adalah kenapa bapak tidak mendengarkan gurauan kami yang sebenernya adalah sarana supaya kita dekat pak *asli no heart feeling. tapi sumpah deh bapaknya ampun bangeet paaak. si sogi pun sampe ketakutan ngejawab pertanyaan , tapi dasar si sogi meskipun ditanya tadi gimana dia jawab nggak takut dan mau melawan yang terjadi adalah sebaliknya :p.
sebenernya menjadi seorang pelayan publik emang bukan tuntutan untuk selalu tersenyum atau gimana, tapi sangat menjadi tuntutan ketika menjadi seorang pelayan publik adalah bersahabat. bukan berarti anda harus senyum gilak atau gimana, minimal dari intonasi yang anda ucapkan, bagaimana anda berucap, yah minimal seperti itulah, dan satu lagi ketika mengarahkan minimal anda memberikan kesempatan bagi yang anda ajak bicara untuk memilih dan berpikir, yaaaah mungkin karena kami mahasiswa mungkin lho yaaa ----

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

self-reflection: valued or to be valued

berta dewi nugraheni