kisah pertamax.

apa salahnya motor beli pertamax. nggak dipercaya banget sih pak :s.

tadi malem, sebelum rapat kkn dan jemput si april, saya niat ngisi bensin. guess what? kali ini saya memutuskan untuk mengisi si supi dengan pertamax. keputusan itu tidak semudah manakala biksu tong mengeluarkan sun go kong dari gua khwo, tapi ini seperti si columbus atau si atlas (coba tebak mereka siapaa :b), yah seperti itu. jadi saya sempet juga diskusi sama si epeng tentang si pertamax.

me: "emang kelebihan pertamax itu apa?"
him: "yah lebih irit, lebih bersih"
me: "trus"
him:"yah lebih mahal juga"
me: %&#&#^@^&(%

hehehehe. as far as i know, saya tahu bahwa memang pertamax more expensive than premium, tapi entahlah ada banyak alasan yang menggugah saya untuk pakai itu pertamax. mulai dari liat berita yang menyatakan bahwa persediaan premium abis lah, dan premium bakal dibatesin lah, dan itu premium bensin subsidi cuy!. apapun yang bentuknya subsidi sebenernya ditujukan untuk mereka yang membutuhkan, jadi yasudah toh motor saya juga jarang dipakai InsyaAllah irit :).

di pom bensin.
saya membelokkan motor saya. jelas bukan ke premium tapi ke pertamax, dan duduklah bapak petugas yang sedikit ngantuk karena nggak ada pelanggan. setibanya di depan sang bapak.

bapakpetugas : "mbak, ini pertamax lho. yang premium isi disana semua"
me                 : "iya pak, saya mau beli pertamaax" (fiuhhhh)

yak saya jadi rada uwowwww gitu rasanya. men, kenapa jadi trademark gini sih, setiap orang kan punya kesempatan buat ngisi pertamax. mbak-mbak belakang saya pun juga digituin sama bapaknya. mungkin bapaknya lagi sensi ya, atau bapaknya lagi dapet :x.

well, you have your own right, and "they" also. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

self-reflection: valued or to be valued

the meaning of life