pengungsi dan orang kaya, what's the different?

tulisan saya kali ini bukan maksud untuk menyinggung hati orang-orang yang pernah ada di dunia ini, saya hanya emm mungkin sedikit menyindir(lha apa bedanya ) , tapi tenang ini mungkin sanat rawan subjektivitas daripada objektivitas dari seorang aninda arlitasari. ini semua berdasarkan observasi saya mengenai keadaan bencana dimana-mana, dan untuk mereka yang gemar mengunakan pakaian 2nd clothing tapi nggak mau nyumbang orang yang harusnya pake 2nd clothin itu.
pengungsi dan orang kaya , apa bedanya ????

saya ingin menyororti bagaimana pola hidup masyarakata yang ingin status modern melekat di belakang namanya ketika orang menyebut namanya. istilah Blackberry, behel, belah tengah sudah mendunia di masyarakat. mode..mode dan mode , smeua orang sekarang mengakui bahwa dunia tanpa mod lo gak bakal beken!
saya sendiri memang orang yang sangat menyukai fashion style dan desain- desain baju modern. tapi justru dari hobi inilah saya merenungkan suatu hal ketika saya harus membeli baju 2nd yang ada di facebook page toko-toko online. semuanya terasa berbandng terbalik ketika waktu sekarang dimana musibah bertubi-tubi datang menghantam bumi Indonesia, semua orang yang terimbas bencana tersebut membutuhkan pakaian. tentunya, pakaian tersebut berasal dari sumbangan orang-orang dermawan yang merasa bahwa bajunya sudah tidak terpakai lagi. mereka tidak perlu membeli ,tapi baju itu datang dengan sendirinya.
lalu , apa yang saya permasalahkan?
yang saya permasalahkan disini adalah ketika saya menjumpai orang-orang yang berada dalam kasta orang yang menengah dan mampu memakai baju yang bergaya dan ternyata dibaliknya itu semua hanya barang bekas. mereka semua sombong, memamerkan gaya mereka dan mengakui bahwa ini style yang terbaru, dan orang yang seperti ini adalah orang yang termasuk golongan saya. begitulah koar yang dikelaurkan oleh para kaum hedonis. namun patut disayangkan ketika mereka mengaku ahwa mereka kaya dan mampu dan ini dan itu yang paling penting mereka bergaya, tidak menyumbang para korban bencana. mobil mereka yang bergaya dan sangat modern ketika diketuk oleh para relawan yang mencari sumbangan mereka hanya meberikan tangan kosong.
itukah yang disebut dengan gaya sekarang????????

mereka mengaku, padahal tak diakui.
tragis, ketika mereka mengakui bahwa inilah mode jaman sekarang. namun, dibaliknya mereka tidak diakui keberadaannya. apa beda mereka? mereka memakai baju yang sama dipakai oleh para pengungsi, bahkan secara moralitas keagamaan saya yakin mereka yang berada di pengungsian lebih kuat dan lebih tegas daripada mereka. lihat saja ketika si kaya tidak memberikan dan merelakan apa yang mereka punya, namun saudara-saudara kita yang terkena bencana mereka secara ikhlas meninggalkan tempat tinggalnya dan harta bendanya.

last, buka mata hati dan telinga.
maaf kali ini memang sengaja saya buat semuanya menggantung supaya ada refleksi diri dari para pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued