televisi oh televisi

Kembali lagi bersama saya seorang aninda arlitasari yang siap bermain dengan kata-kata dan kalimat –kalimat. Pertanyaan kenapa televisi mungkin jadi adegan pertama yang ada ,mungkin buat temen-temen yang ngerti kosan ninda ngira ini gara-gara tivi yang ada di kosan saya is going to broken, haha iya deh yang ini bener karena tivi di kosan ane jadul banget. But wait, disini saya bukan ingin mengkritisi tentang tivi saya physically, tapi sebenernya apa yang disajikan televisi itulah sorotan saya. Akhir-akhir ini , mulai banyak muncul trending topic di twitter juga tentang pemberitaan yang berlebihan. Infotainment,berita atau apapun itulah namanya yang jelas mereka banyak dipandang negative oleh masyarakat Indonesia pada khususnya. Kalo saya sendiri sih, yaaa kadang juga merasa beberapa pihak terkesan menghakimi mereka yang sedang terkena kasus misalnya dan terkadang hanya menonjolkan sisi tidak baik dari seseorang tersebut. Sebenernya apa yang membuat mereka bertindak seperti itu? Terkesan membuat leih samoai akhirnya si korban pemberitaan itu sendiri yang meminta unutk tidak berlebihan. Di saat-saat seperti inilah kejujuran kita sebagai manusia dipertanyakan, apakah hasil karya kita benar-benar merupakan sebuah hasil kejujuran? Ato hanya sebuah karangan fiksi yang diambil dari cerita hidup seseorang. Susah juga unutk membedakan bagaimana yang jujur dan bagaimana yang tidak ..karena sekalinya satu tempat memberitakan ini , maka yang lain akan menjamur dengan mengikuti berita tersebut kemudian memberi kesan lebih terhadap berita itu agar terkesan “menjual” ,nhaa it asendiri sebagai masyarakat awam ga ngerti mana si yang bener ato mana si yang sebenarnya.. dan ketika seuah program itu dipersalahkan karena merusak moral, program tersebut justru membalikan seperti ini kira-kira …”salah siapa masyarakat tidak berpendidikan..” kalimat seperti itu secara tidak langsung terungkap dalam saran seperti ini..” pemirsa anda bisa menilai dengan hati-hati dengan tayangan-tayangan yang ada di televisii..” pernyataan-pertanyaan implisit seperti itulah yang sering membuat masyarakat sendiri terjebak dalam sebuah ketidaknyataan. Lalu, sekarang apa yang akan kita kerjakan sebagai seorang remaja ?jawabannya hanya simple , ini opini saya loo.. kalo lagi nonton tivi kalo emang tayangan itu penting dan bermanfaat buat kita yaudah terusin nonton, tapi kalo enggak yaudah juga matiin aja tivi.. ada banyak hal positif yang bisa kita kerjakan sebagai seorang remaja yang produktif. Kalo masalah harus hati-hati waktu nonton tivi , emang bentuk hati-hati itu seoerti apa sih teman-teman? Kasih saya sebuah bentuk konkrit , karena menurut saya sehati-hatinya seseorang minimal akan terpengaruh oleh tayangan tersebut, apalagi kalo itu dikemas dengan sangat menarik dan very entertaining.

Last , mari kita berbuat jujur :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued