Dilema mahasiswa : pelajaran kewarganegaraan

Suatu hari di runag Z-309 , mata kuliah Kewarganegaraan


Dosen :selamat siang anak-anak?

Mahasiswa : selamat siang buuuu

Dosen : kalian tahu ini kuliah apa ?
Mahasiswa : (malas-malasan) ke...war..ga..ne..ga....raaan buuu

Dosen : baiklah sebelum saya menjelaskan tentang kewarganergarraan , saya mau tanya

menurut kalian masih penting nggak belajar kewarganergaraan seperti ini ?

padahal kalian dari SD-SMA belajar ini , apa nggak bosen?

Mahasiswa 1 : menurut saya nggak penting bu, terlalu teoritis, toh mending yang konkrit-

konkrit aja, lagipula bu kita disini kan mau kuliah XXX bukan kewarganegaraan

dan gak ada hubunganya bu antara kuliah kami dengan pelajaran ibu

Dosen : oke menurut si mbak ini, kewarganegaraan udah nggak penting , ada pendapat

yang lain? Oke masnya baju hitam

Mahasiswa2 : saya sih setengah penting dan gakpenting buu.. kalo teori-teoori dan hanya

hafalan saja menurut saya sama sekali gak penting , tapi kalo kuliah kita dikasi

langkah-langkah konkrit buat Indonesia itu baru seruu buuu

Dosen : wahh masnya kok setengah-setengah, oke ibu mau tanya sebenarnya pelajaran

kewarganegaraaan ini sebetulnya tujuannya untuk apa sih ?

Mahasiswa1 : pengamalan pancasila bu

Mahasiswa2 : urusan diplomasi bu, negosiassi

Mahasiswa3 : membentuk perilaku warga negara yang baik buuu

Mahasiswa4 : nambah-nambahin SKS buu

Dosen : wah wah wah banyak juga ya ngawurnya ..ehehhehehhe...

Mahasiswa5 : kita udah males banget bu kalo harus ngurus pasal-pasal yang banyak kaya gitu..

Dosen : wow ... frontal sekali ...sebenarnya mata kuliah ini ditambahkan untuk memberi

pengetahuan kepada mahasiswa tentang bagaimana menjadi warga negara yang

baik dan bagaimana berfikir kritis memikirkan nasib bangsa ...bukan

semata-mata hanya untuk hafalan pasal atau blablabla....

Mahasiswa6: loh kao Cuma urusan berperilaku baik dan buruk sebagai seorang warga

negara kita udah tau buuu, Cuma memang kitanya aja yang males buat

nerapin itu semua.. kalo kritis kita juga bisa bu kritis tanpa adanya

pelajaran ini . kita mau makan kita gak ada uang kita berfkir kritis gimana

caranya biar bisa makan, ada gempa di sumatera barat bu kita juga berfikir

gimana dapet dana bantu mereka , bukankah itu KRITIS buu?

Dosen : ehmmm...iyaaaaa....(glagapan...)


Para remaja sehat indonesia, ini adalah salah satu ilustrasi keadaan dimana matakuliah kewarganegaraan yang dianggap penting oleh orang tua di Indonesia karena generasi muda sekarang tidak mengerti sepenuhnya bagaimana menjadi warga negara yang baik, justru dianggap tidak penting dan tidak perlu oleh para kawula muda . menurut teman-teman sendiri masihkah perlu mahasiswa diberi sebuah KEWARGANEGARAAN ?

Regards,

Ninda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HALAL BIHALAL KS 149

berta dewi nugraheni

self-reflection: valued or to be valued